Jakarta, CNBC Indonesia – Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menjelaskan tentang penyebab sejumlah produsen sepatu menutup pabriknya. Indef menilai tengah terjadi perlambatan dari sisi produksi dan permintaan masyarakat.

Peneliti Indef Riza Annisa menyebut pelemahan itu dapat terlihat dari laporan pertumbuhan ekonomi kuartal I yang baru saja dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam laporan tersebut, kata dia, nampak pertumbuhan konsumsi masyarakat melambat meskipun sudah ditopang oleh momen Ramadhan dan menjelang Lebaran.

“Tantangan ke depan yang tergambar adalah pelambatan dari sisi produksi dan daya beli,” kata Riza dalam diskusi Indef, dikutip Rabu (8/5/2024).

Adapun dalam laporannya BPS menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% secara year on year pada Q1 2024. Meski memberikan kontribusi terbesar, sektor konsumsi rumah tangga tak mampu tumbuh di atas 5%, namun hanya 4,91%.

Dalam laporan yang sama, sektor industri pengolahan juga hanya mampu tumbuh 4,13% atau di bawah pertumbuhan nasional. Padahal, industri ini berkontribusi 19,28% kepada Produk Domestik Bruto (PDB).

“Pelambatan sektor ini juga terkonfirmasi dari capaian perpajakan dari industri pengolahan netto-nya juga turun,” kata Riza.

Riza mengatakan ke depannya pemerintah perlu mewaspadai dampak lanjutan dari perlambatan di sektor industri pengolahan tersebut. Dia mengatakan kenaikan suku bunga tentu akan berdampak pada tambahan biaya untuk investasi.

“Suku bunga naik artinya ada tambahan biaya untuk investasi dan melakukan usaha,” kata dia.

Dia melanjutkan hal lain yang perlu diwaspadai adalah perlambatan belanja masyarakat. Dia mengatakan belanja kelas menengah pada kuartal II 2024 kemungkinan akan semakin tertekan dengan adanya momen tahun ajaran baru yang artinya pengeluaran masyarakat untuk pendidikan akan menggerus kemampuan belanja.

“Kenapa bisa saya sampaikan di sisi industri pengolahan perlu mendapatkan perhatian, karena berita paling hangat adalah pabrik tutup lagi, pabrik produsen sepatu tutup, jadi banyak yang tutup ini perlu diperhatikan bagaimana penyerapan tenaga kerja karena ini akan menggerus daya beli,” kata dia.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Diskon 50%+ 20%, Harga Baju Hingga Sepatu Murah Banget di Transmart


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *