Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Kebijakan Fiskal (BKF) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% akan berlanjut pada kuartal II-2024. Hal ini seiring dengan belanja masyarakat yang tetap terjaga.

Menurut BKF, jika melihat kuartal pertama tahun ini, belanja pemerintah cukup kuat karena ada aktivitas Pemilihan Umum (Pemilu) dan belanja perlindungan sosial. Selain itu, momentum Ramadan dan Lebaran juga dapat menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi RI.

“Sehingga untuk tahun ini terlihat jadi sangat baik. Lalu juga bagaimana kita menghadirkan THR pada waktu itu,” ujarnya di JCC Senayan Jakarta, Senin (6/5).

Momentum Ramadan dan Lebaran juga masih berdampak hingga kuartal kedua. Selain itu, pertumbuhan di sektor manufaktur juga dapat memberi dukungan di kuartal II yang mencerminkan dunia usaha sudah mulai menggeliat.

“Untuk kuartal kedua. Komponen dari belanjanya masyarakat terkait dengan Ramadan dan juga Idul Fitri masih akan berdampak. Di samping itu juga kita melihat bagaimana pertumbuhan sektor manufaktur,” kata Febrio.

Menurut Febrio, ini saatnya melihat peluang sektor bisnis pasca-pemilu yang sangat aman dan sangat stabil. Oleh karena itu, dia berharap ada kepastian bagi dunia usaha untuk memulai kembali kegiatan ekonominya. Dengan kepastian ini, dunia usaha bisa merencanakan bisnisnya dengan lebih baik

Selain itu, Febrio melihat motor pertumbuhan ke depannya berasal dari sektor manufaktur yang terus tumbuh, sejalan dengan indeks pembelian manufaktur yang ekspansif.

Di sisi lain, pemerintah juga mengandalkan insentif PPN DTP untuk sektor perumahan.

“Itu di tahun 2023 kemarin menghasilkan dampak yang cukup positif. Jadi kita akan bisa melanjutkan itu sekarang,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Syarat Ekonomi RI Tumbuh 5%: Bank Wajib Genjot Kredit!


(Romys Binekasri/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *