Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mensyaratkan penggunaan jasa dan barang dalam negeri atau tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60% ke Singapura. Hal tersebut menyusul rencana negeri Singa yang akan mengimpor listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) RI sebesar 2 Gigawatt (GW).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan mekanisme penjualan listrik dari sumber energi baru terbarukan (EBT) tersebut saat ini masih dalam pembahasan.

Namun yang pasti, seluruh alat yang digunakan untuk menghasilkan listrik rendah karbon yang diminta Singapura tersebut harus memenuhi unsur TKDN 60%.

“Untuk PLTS yang nantinya akan dibawa ke luar itu juga memperhatikan TKDN bersyarat 60%. Ini kan juga pastinya akan menumbuhkan sektor industri kita untuk bisa bermain di sini. Jadi berkontribusi gitu,” ujar Eniya kepada CNBC Indonesia, Selasa (30/4/2024).

Menurut Eniya, sumber energi listrik rencananya akan dipasok dari beberapa PLTS yang ada di Indonesia. Beberapa diantaranya berlokasi di wilayah Sumatera dan Batam.

“Ini masih ditentukan dan saya kurang detail kalau ini kan PLN. Karena dari situ masih ada studi transmisi lokasinya. Transmisi lokasinya ada dimana itu masih di studikan apakah lebih efisien dari Sumatera atau kaitannya dengan lahan sebagainya,” tambahnya.

Selain itu, karena kebutuhan listrik rendah karbon Singapura yang cukup besar, pemerintah juga membuka peluang ekspor listrik tahap kedua dengan kapasitas 3,3 GW. Namun, rencana ekspor dilakukan setelah kebutuhan di dalam negeri tercukupi terlebih dahulu.

“Karena target dari Singapura juga besar dan ini didorong untuk dibuka lagi fase dua sekitar 3,3 GW. Nah tetapi apa arahan, kita pun setuju bahwa prioritas pertama adalah suplai untuk ke Indonesia jadi local supply nya harus terpenuhi dulu sebelum kita bisa mengekspor jadi dari kami seperti itu,” ujar Eniya.

[Gambas:Video CNBC]

(pgr/pgr)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *