Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penyertaan modal asing (PMA) kuartal I-2024 mencapai Rp 204,4 triliun atau naik 15,5% (year on year/yoy) dibandingkan tahun lalu.

Adapun, jika dibandingkan dengan kuartal IV-2023, realisasi ini naik 10,9% (quarter to quarter/qtq). Jika dilihat dari sektornya, PMA paling banyak masuk ke industri manufaktur Rp 112,5 triliun, disusul Rp 64,7 triliun di industri jasa dan infrastruktur, kemudian Rp 27,2 triliun di sektor primer.

Lebih lanjut, BKPM memaparkan lima besar subsektor realisasi PMA sepanjang I-2024, yakni Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya US$2,7 miliar (20,2%); Pertambangan US$1,4 miliar (10,3%); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi US$1,2 miliar (8,7%); Industri Kimia Dan Farmasi US$1,1 miliar (7,9%); dan Industri Kertas dan Percetakan US$1,0 miliar (7,2%).

Secara lokasi, realisasi PMA terbanyak di lima provinsi ini Jawa Barat US$2,7 miliar (20,1%); Sulawesi Tengah US$ 1,7 miliar (12,8%); DKI Jakarta US$ 1,5 miliar (11,3%); Jawa Timur US$ 1,1 miliar (7,9%) dan Maluku Utara US$ 1,0 miliar (7,5%).

Adapun, lima negara asal PMA terbesar a.l. Singapura US$ 4,2 miliar; HongKong US$ 1,9 miliar; China US$1,9 miliar; Amerika Serikat (AS) US$ 1,1 miliar; dan Jepang US$ 1,0 miliar.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Video: Tarik Asing Berinvestasi, Lagi-lagi RI Masih Terkendala Hal Ini


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *