Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Askolani mengungkapkan pihaknya sering menemukan┬ápengiriman barang melalui Bandara Soekarno Hatta yang tidak sesuai aturan, bahkan masuk ke tahap barang terlarang. Intensitas penemuan itu tinggi, bahkan mencapai setiap hari.

“Barang-barang membahayakan ditemukan seperti NPP Narkotika, Psikotropika, dan Prekusor di Soetta banyak modusnya, kami terus follow up dengan Kepolisian, BNN karena setiap hari, setiap bulan, setiap minggu ditemukan,” kata Askolani di kantor DHL Soekarno Hatta, Senin (29/4/2024).

Parahnya, modus pengiriman barang terlarang ini melalui sejumlah perusahaan ekspedisi atau Perusahaan Jasa Titip (PJT) besar yang sudah miliki sistem screening. Salah satunya yakni jalur hijau dan jalur merah dalam penerimaan barang. Jalur hijau untuk barang yang terverifikasi dan lolos, sedangkan jalur merah untuk barang yang ditemukan indikasi keanehan.

“Banyk ditemukan barang-barang ini, dia bakal lewat jalur merah. Bukan hanya di DHL, tapi banyak melalui PJT lain ditemukan kiriman barang-barang seperti narkoba, jadi kami diploy anjing pelacak barang kiriman. Kiriman disusupkan oleh orang yang ngga bertanggung jawab, misalnya di Kantor Pos, DHL, Fedex dan lainnya,” kata Askolani.

Karena itu perlu antisipasi agar barang-barang ini tidak semakin masif masuk ke Indonesia. Bea Cukai mengklaim telah melakukan berbagai cara, termasuk operasional 7 hari x 24 jam.

“Kami di Bea cukai shif-shifan, even cuti bersama, tema-teman bertugas, sama dengan bisnis DHL jadi kita ngga ga ada istilah stop, masyarakat untuk melayani ekonomi, dan jaga kegiatan yang dinilai bisa merusak kegiatan masyarakat dan negara kita,” ujar Askolani

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bea Cukai Ungkap 9 Eksportir Bawa Kabur Dolar ke LN, Siapa Saja?


(fys/mij)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *