Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada hari ini mengumumkan kondisi APBN terkini kuartal I-2024.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi ekonomi dunia saat ini diselimuti oleh ketidakpastian terutama akibat geopolitik yang memanas, khususnya eskalasi antara Iran dan Israel.

Ketidakpastian ini membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Seperti diketahui saat ini nilai tukar rupiah terus menurun dan dolar AS menembus Rp 16.200.

Sri Mulyani pun memasang alarm waspada tinggi.

“Berbagai faktor geopolitik harus diwaspadai, karena akan berdampak pada ekonomi kita,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN edisi April 2024, Jumat (26/4/2024).

Di awal pembukaan dia langsung menyatakan pendapatan negara pada kuartal I-2024 turun 4,1% menjadi Rp 620,01 triliun.

“Terlihat cukup positif meskipun kita tetap waspada, karena 2024 ini masuk ke triwulan II banyak perubahan dalam geopolitik, dan geoekonomi yang akan berimbas pada seluruh dunia, dan Indonesia termasuk dan APBN,” tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani menegaskan lagi kewaspadaan terhadap kemungkinan memanasnya geopolitik dan ketegangan di Timur Tengah.

“Kita masih perlu harus waspada terhadap kemungkinan further disruption dari rantai pasok terutama minyak dan gas, terutama di region itu masih fluid, dan kecenderungan harga minyak tinggi memengaruhi ekonomi dan APBN kita menyebabkan tekanan inflasi,” tegas Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Realisasi APBN 2023 Tembus Rp3.121 T, Defisit Rp347,6 T


(arj/arj)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *