Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah mal legendaris yang sempat sepi bak kuburan kini kembali bangkit kembali pasca pandemi Covid-19. Meski mulai tampak ramai didatangi oleh pengunjung, nyatanya pedagang di pusat perbelanjaan masih belum mendapatkan kembali omzet mereka seperti sebelum pandemi melanda.

Seperti halnya Plaza Kenari Mas yang berlokasi di Kramat Raya, Jakarta Pusat serta Pusat Elektronika Harco Mangga Dua, Jakarta Utara terpantau mulai ramai didatangi pengunjung. Dari pantauan CNBC Indonesia, kedua pusat perbelanjaan legendaris tersebut nampak mulai menunjukkan geliat ekonominya.

Namun meskipun sudah menggeliat, omzet pedagang belum kembali seperti sebelum pandemi Covid-19. Merespons hal itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim mengatakan pihaknya saat ini tengah mengupayakan agar para pedagang bisa meningkatkan omzetnya, dengan cara menerbitkan sejumlah paket kebijakan.

Diantaranya, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik dengan menetapkan batasan istilah yang digunakan dalam pengaturannya, dan penerbitan kebijakan Permendag Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.




Pusat Perbelajan Plaza Kenari Mas. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Pasar Kenari. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pusat Perbelajan Plaza Kenari Mas. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

“Nah kalau ini memang kita sedang mengupayakan ya itu, pedagang harus meningkatkan omzetnya. Di awal kan ada paket kebijakan mulai dari Permendag 31/2023 tentang PMSE, kemudian Permendag 36/2023 yang sekarang sedang dilakukan perubahan lagi. Itu kewenangan teman-teman dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Itu adalah langkah-langkah untuk meningkatkan omzet,” kata Isy Karim menjawab pertanyaan CNBC Indonesia di Auditorium Kemendag, Jakarta, Rabu (24/4/2024).

Adapun diterbitkannya Permendag 36 Nomor 2023, lanjutnya, merupakan langkah pemerintah dalam rangka melindungi industri di dalam negeri, termasuk industri tekstil.

“Harapannya memang dengan ini, produk dalam negeri jadi lebih bergairah lagi. Kemarin sudah bertemu dengan teman asosiasi tekstil, karena mereka secara utility juga sudah naik, nggak seperti sebelum pandemi,” ujarnya.

Meski demikian, Isy mengaku pihaknya masih belum bisa menargetkan atau bahkan memprediksi kapan omzet para pedagang bisa kembali seperti sebelum pandemi.

“Kalau bicara target (omzet kembali seperti sebelum pandemi) belum lah, kita belum bicara targetnya seperti apa,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Produk Halal RI Laku Keras di Luar Negeri, Nilainya Rp 655 T


(wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *