Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan, bahwa berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang dihimpun dari 503 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, harga rata-rata nasional bawang merah per Senin (22/4/2024) kemarin, tercatat Rp54.300 per kg atau naik 48,36% dibandingkan bulan sebelumnya.

Meskipun pada kenyataannya, di beberapa pasar di Jakarta harga bawang merah sudah tembus Rp80.000 per kg. Harganya naik 100% dibandingkan kondisi normal yang hanya Rp35.000 sampai Rp40.000 per kg.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim menyebut harga rata-rata tersebut sudah melewati harga acuan Rp41.500 per kg.

“Di Jakarta, fenomena kenaikan juga terjadi. Rata-rata DKI Jakarta Rp50.450 per kg, naik 23,61%,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/4/2024).

Isy mengatakan, kenaikan harga bawang merah disinyalir karena adanya penurunan pasokan dampak dari curah hujan yang tinggi, yang mengakibatkan banjir di beberapa grobogan. Sebagai catatan, per 22 April pantauan SP2KP Kemendag di 20 pasar induk, pasokan bawang merah memang di bawah pasokan normal.




Bawang Merah. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)Foto: Bawang Merah. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)
Bawang Merah. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

“Berdasarkan informasi ABMI (Asosiasi Bawang Merah Indonesia), secara umum kondisi pertanaman bawang merah khususnya di wilayah Brebes dan sekitarnya mengalami kerusakan akibat terdampak banjir, sehingga produksi menurun dengan kualitas hasil yang kurang baik,” kata Isy.

Sebagai langkah mitigasi, lanjutnya, Kemendag telah menyampaikan hasil pantauan SP2KP yang memberikan peringatan kenaikan di 260 kabupaten/kota dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Mingguan Senin (22/4/2024) pagi kemarin.

“Data SP2KP Kemendag tersebut diolah dalam bentuk Indeks Perkembangan Harga oleh BPS sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah. Selanjutnya Kemendag akan berkoordinasi dengan Bapanas sejalan dengan amanat pelimpahan wewenang stabilisasi komoditas bawang merah,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Jelang Tahun Baru, Harga Bawang Merah Tiba-Tiba Meroket


(wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *