Jakarta, CNBC Indonesia – Harga bawang merah terpantau bergerak naik. Bahkan, di wilayah DKI Jakarta harganya tembus mencapai Rp80.000 per kg atau naik 100% dari kondisi normal yang hanya Rp35.000-40.000 per kg.

Dari pantauan CNBC Indonesia di dua pasar tradisional di daerah Jakarta Pusat, Pasar Gandaria dan Pasar Gondangdia pagi hari ini, Senin (22/4/2024), harga bawang merah serempak berada di level Rp80.000 per kg. Kenaikan harga ini, kata para pedagang, mulai bergerak secara bertahap sejak 10 hari menjelang Lebaran Idul Fitri.

Lantas, berapa harga di tingkat petani?

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Dian Alex Chandra mengungkapkan, harga bawang merah di tingkat petani saat ini memang sedang tinggi, yakni berada di kisaran Rp40.000-Rp50.000 per kg.

“Saat ini harga bawang merah (di tingkat petani) sekitar Rp40.000 – Rp50.000 per kg, kalau yang kualitas bagus atau grade A nya itu Rp50.000 per kg, kalau di bawahnya itu ya sekitar Rp40.000 lah,” ungkap Alex kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/4/2024).

Mahalnya harga bawang merah sekarang ini, kata Alex, disebabkan oleh gagal panennya lahan para petani imbas banjir yang melanda sentra produksi bawang merah, seperti Cirebon, Brebes, Kendal, Demak, dan Purwodadi pada bulan Februari-Maret 2024 kemarin.




Bawang Merah (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Bawang Merah (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Bawang Merah (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

“Yang kemarin terdampak banjir 7.500 hektare, yang puso atau sama sekali gak panen itu sekitar 2.500 hektare. Ada sekitar 10.000 ton bawang yang hilang akibat banjir kemarin,” sebutnya.

Selain gagal panen karena dilanda banjir, Alex mengatakan, harga tinggi pada bahan dapur penting ini juga disebabkan karena saat ini belum masuk masa panen, sehingga produksi menurun.

“Sekarang kan bukan musimnya panen bawang, karena memang hujan terus produksinya menurun. Yang biasanya satu hektare itu keluar dijual ke pasar 12 ton, sekarang cuma keluar untuk dijual ke pasar sekitar 7-8 ton per hektare,” ujarnya.

Sementara untuk ketersediaan, kata dia, sebetulnya ketersediaan bawang merah itu ada, bahkan ada yang dijual Rp20.000-Rp25.000 per kg. Hanya saja ketersediaan dengan harga yang murah itu kualitasnya jelek, atau bawang merah yang terkena banjir.

“Ada sih (ketersediaannya), cuma memang kalau mau cari kualitas bagus. Sebenarnya bawang merah yang harga Rp20.000-Rp25.000 ada, tapi itu kualitasnya nggak bagus, karena kena banjir, itu kan dijual murah karena nggak laku. Sedangkan bawang yang kualitas bagus memang agak sedikit, kurang,” ungkap dia.

Adapun kapan harga bawang merah bisa kembali normal, prediksinya sekitar pekan pertama atau awal pekan kedua bulan Mei. Pada saat itu harga diprediksi sudah kembali normal Rp45.000-Rp50.000 di tingkat konsumen.

“Setelah minggu pertama bulan Mei, InsyaAllah sudah di bawah Rp40.000 per kg di tingkat petani. Jadi kita patokannya pasar induk kramat jati ya. Jadi kalau di petani misal Rp40.000 per kg, di pasar induk itu sekitar Rp45.000 maksimal, karena range antara pasar induk keramat jadi dengan petani di Brebes itu tidak terlalu jauh harganya. Jadi di pasar induk kramat jati Rp45.000 mungkin di pasar-pasar kecil seputaran jakarta mungkin di Rp50.000 (per kg),” jelasnya.

“Harga itu bisa turun karena sudah mulai banyak yang panen. Saat ini kan sudah banyak bawang merah yang umur 1 bulan atau 40 hari itu sudah banyak,” pungkas Alex.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Harga Bawang Merah Menggila – Sempat ke Rp80.000, Ini Penyebabnya


(wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *